Title : Idiotic Clothes
Author : Andita_Cantik
Pairing : RyoxMassu
Genre : Fluff
Rating : PG-13
Hadiah buat Arina, sori ya pke bahasa indo, soalnya mau ngegaring dikit =)) kalo jadi itu juga *bilang we males pke bahasa Inggris* maaf kalo jelek =)) aku tau kok aku ga bisa bikin fanfic *ketawa sendiri* terus sori kalo ternyata ini malah bukan jadi fluff, malah crack *?* ßjauh amat
Menurut Ryo, Massu adalah salah satu makhluk paling kompleks yang pernah ia temui. Dia mempunyai berbagai macam alasan, salah satunya adalah waktu yang diperlukan seorang Massu untuk berbelanja, khususnya berbelanja pakaian. Sudah merupakan rahasia umum kalau Massu bisa memilih pakaian di suatu toko dalam jangka waktu yang sangat lama, tapi dengan sukses membatalkan niatnya dan beralih ke toko lain. Sungguh suatu keanehan.
Ryo sendiri heran, kenapa waktu itu dia mau saja diajak Massu untuk berbelanja? Akhirnya malah Ryo yang meninggalkan Massu sendirian asik memilih pakaian yang diinginkannya. Bagaimana tidak kesal, untuk memilih satu baju saja Massu membutuhkan waktu sekitar 3 jam, dan setelah Ryo lama menunggu, dia memutuskan untuk beralih ke toko lain? Kurang ajar itu namanya, pikir Ryo.
Untuk itu dia bertekad dalam hati untuk menemani Massu berbelanja hanya sekali itu saja.
Tapi jangan salah, hubungan Ryo dan Massu termasuk kategori ‘akrab’. Mereka sering menjahili satu sama lain, walaupun tidak begitu terlihat kamera. Massu senang berteman dengan Ryo, begitu juga sebaliknya. Hubungan pertemanan mereka baik-baik saja, sampai suatu saat, hal itu terjadi.
Siang itu cahaya matahari bersinar begitu menyilaukan sekaligus membuat cuaca sangat panas yang akhirnya membuat Ryo memutuskan untuk menyalakan AC di kamarnya. Ketika sedang asik membaca majalah AnAn edisi lebaran tahun 2009, tiba-tiba Shige datang sambil membawa cheese cake rasa blueberry.
“Hei Ryo--!! Kamu mau cheese cake ga? Kei-chan belinya kebanyakan, jadi dia mau ngasih yang berlebih buat semua member,”
“Yo Shige makasih ya” kata Ryo pendek sambil mengambil cheese cake dari tangan Shige. Aroma blueberry plus dalam keadaan dingin membuat Ryo menghabiskan kue itu dalam sekejap.
“Eh Eh Ryo…”
“Kenapa Shige?”
“PERTAMAX!”
“Apa sih? Sarap kaskus lagi?”
“Cuman iseng, hehe” kata Shige sambil nyegir kuda. Ryo hanya menghembuskan nafas.
“Ada apa? Yang serius nih!”
“Kamu ngerasa ga, akhir-akhir ini si Massu jadi aneh?” Ryo langsung menatap Shige dengan buasnya, menunjukkan rasa penasaran yang cukup besar.
“Aneh gimana?”
“Yah, kamu tau kan dia tuh sense fashionnya ‘agak’ aneh? Nah akhir-akhir ini sense fashionnya makin aneh loh!”
“Ah, ga penting, palingan dia cuman eksperimen doang.”
“Tapi ini lain! Sudah sense fashionnya semakin aneh, dia semakin sering berbelanja! Tidak hanya itu, dia juga tampak seperti orang kebingungan plus ada kantung mata yang membuatnya tidak tampak semakin baik,”
“Hmmmm….Palingan dia kebanyakan minum kopi?”
“Jujur, aku kasihan sama Tego, abis dia dipaksa menemani Massu belanja terus”
“Nasib dia sungguh malang”
“Siapa?”
“Tego lah, siapa lagi ka----“
“YANG NANYA! WAHAHAHHA” Shige tertawa terpingkal-pingkal. Tapi dia langsung diam setelah melihat tatapan mengerikan Ryo.
“Hmm, mungkin aku bakal menyelidiki hal ini, akhir-akhir ini Massu juga makin kurus. Thanks infonya ya Shige,” Dengan itu Ryo pun meninggalkan kamarnya dengan rasa penasaran yang cukup besar.
Massu, ada apa denganmu?
Keesokan pagjnya, Ryo terbangun dengan suara-suara berisik di luar kamarnya. Melihat jam yang masih menunjukkan pukul 7 pagi membuatnya kembali tertidur. Tapi suara-suara itu semakin berisik sehingga akhirnya ia memutuskan untuk bangun. Setelah mengumpulkan nyawa selama kira-kira 10 menit, dia menuju pintu sambil menggerutu kesal.
“Hei, tenang dikit dong, aku mau ti----Massu?”
“ACK---Oh, Hei Ryo!” sapa Massu dengan gugup. Awalnya Ryo hanya melihat dengan perasaan biasa saja, tapi kemudian berubah menjadi kaget ketika ia melihat pakaian yang Massu kenakan.
“Tunggu dulu---APA MAKSUDNYA ITU!!” Teriak Ryo sambil menunjuk-nunjuk pakaian Massu (ga sopan Ryo, ga sopan). Massu hanya bisa terdiam sambil mukanya memerah tanda dia sangat malu.
Saat itu jujur saja Massu mengenakan pakaian yang sangat aneh. Bayangkan, kemeja polkadot kontras dengan satu lengan pendek dan satu lengan panjang disertai celana ketat panjang ditambah sepatu boot yang sangat aneh. Belum lagi dasi kupu-kupu di kerahnya yang berwarna merah ngejreng. Ryo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Massu, aku tahu kamu punya selera fashion yang aneh, tapi INI SUDAH SANGAT KELEWATAN!!” Ryo berkata dengan rasa frustasi yang cukup besar. Massu hanya terdiam.
“Jadi, kamu ga suka ya??” tanya Massu setelah beberapa menit berlalu.
“ENGGA!!” Kemudian Ryo pun mendorong Massu ke pintu kamarnya dan menjebaknya disitu. “JUJUR SEKARANG!! Kenapa kamu jadi aneh banget akhir-akhir ini? AYO NGAKU!!”
“Er….Gapapa nih? Aku takut…”kata Massu ketakutan, tapi Ryo melihat dia terlihat semakin cute.
“Gapapa, kalo kamu ada masalah kamu cerita aja ke aku, kita kan teman baik,”
“Aku suka kamu” Massu cukup kaget dengan kata-katanya, kemudian dia menutup mulutnya dengan brutal.
“…Apa?”
“AAAGGHHH!! AKU GA TAHAN LAGI!!!”Akhirnya Massu pun meledak. “Kamu tau ga kenapa aku selalu begadang? Aku selalu belajar sense fashion yang bagus, karena aku tau sense fashionku sangat aneh! Kenapa aku jadi lebih sering belanja? Karena aku ingin tampil lebih baik, aku ingin punya baju yang akhirnya membuat orang-orang berkata `wah modis sekali orang itu ` saat mereka melihatku!” Massu pun berhenti sejenak untuk mengambil nafasnya.
Ryo hanya terdiam beberapa lama, mencoba menyerap apa yang baru saja ditangkapnya. Massu melihat Ryo dengan ekspresi ketakutan bercampur rasa malu dengan apa yang dikatakannya. `Ah, pasti Ryo berpikir aku ini hanya orang aneh’ pikirnya.
“Buat apa kamu cape-cape ngelakuin hal ini? Bukannya dari dulu kamu santai-santai saja punya sense fashion seperti itu?”
“Itu karena---“
“Kamu mempunyai perasaan padaku?” sambar Ryo yang mendapat anggukan kecil malu-malu dari Massu. Melihat reaksinya, Ryo hanya tertawa dan tersenyum melihatnya. Ryo melangkah mendekati Massu dan menyentuh dagunya, membuat Massu melihat ke arahnya.
“Lihat mataku,” ujar Ryo dengan sedikit gugup. “Aku menghargai hasil jerih payahmu untukku, tapi aku lebih suka Massu yang apa adanya. Aku lebih suka Massu yang menjadi dirinya sendiri. Kau tahu? Sense fashionmu yang aneh adalah keunikanmu tersendiri yang membuatku semakin suka padamu”
Massu hanya bisa terdiam sambil melihat mata Ryo yang sangat indah itu. Rasanya seperti tersesat di dalamnya, di dalam gejolak perasaannya, di dalam setiap emosinya. Massu dapat dengan jelas merasakan hal itu.
“Jadi, apakah kerja kerasku ini sia-sia?” Massu tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Ryo hanya tersenyum kemudian tertawa perlahan. Muka Massu semakin memerah, karena menurutnya, Ryo terlihat sangat tampan saat itu. Ryo kemudian berhenti tertawa dan tiba-tiba bibir mereka bertemu. Ciuman pagi itu terasa lembut dan manis, diiringi aroma blueberry yang sangat manis, membuat Massu menjadi gila. Akan tetapi, Massu hanya terdiam karena sangat kaget dengan apa yang terjadi.
Melihat Massu yang tidak merespon ciumannya membuat Ryo melepas bibirnya perlahan dan mulai berbalik untuk pergi, sebelum akhirnya Massu menyambar lengan Ryo dan menciumnya penuh di bibir. Berbeda dengan yang tadi, mereka berdua saling merespon ciuman masing-masing yang membuat ciuman itu terasa hangat. Aroma gyoza dan blueberry yang bercampur tidak membuat keadaan semakin baik. Ryo yang suka menjahili Massu memasukkan lidahnya dan mendominasi ciuman itu. Perlahan tapi pasti, lidah mereka menari dengan indahnya ditemani dengan hangatnya suasana pagi. Setelah merasa memerlukan udara, mereka mulai melepas diri dari satu sama lain dan mengambil nafas sambil terengah-engah.
“Kerja kerasmu gak sia-sia kok, Massu”
“He?Jadi apakah ini maksudnya----“
“Yah, sense fashionmu memang sudah tidak bisa ditolong lagi. Jadi mungkin, aku akan menemanimu lagi berbelanja. Setidaknya sense fashionmu mungkin bisa meningkat sampai 2 %” kata Ryo sambil terkikik.
Massu menatap Ryo dengan ekspresi ketidakpercayaan di wajahnya. Ryo mau menemani dirinya berbelanja,walaupun dia sudah tau dengan berbagai resiko yang akan terjadi? Massu merasa sangat terharu. ‘Ryo mau berbelanja denganku lagi! hore!’ pikir Massu dengan sangat senang. Tidak hanya itu, perasaan dia pun diterima! Membuatnya double merasa senang.
Yah, ternyata rencana Tego ampuh juga!
Oke, kalo mau bunuh aku sih silakan-silakan saja, saya tau ini gagal kok /kicked. Mohon komen dan sarannya. Arina,,, SORI KALO JELEKKK *nyembah2*
- Music:One of A Kind-CN Blue-
Title : Chance
Author : Andita_cantik
Pairing : Taemin X Taree
Fandom : SHINee + orang Indonesia
Author’s note : saya kepikiran buat cerita ini karena ini passsss bgt ma pairingnya *?* =))
Hfft. Cape, lelah, lesu, lemah, letih…*?*
Yep, itu keadaanku sekarang ini. Ulangan lah apa lah, aduh butek banget deh sama kegiatan sekolah. Maklum anak sma, jadi sibuk banget. Nah, disaat membosankan seperti ini, apa yang mesti dilakukan yah? Hmm..
AH! IYA JUGA! Mending menyegarkan otak dengan pria-pria cakep nan menggairahkan *?*
Aduh ya Tuhan kenapa ya musti ada makhluk SECAKEP MEREKA? SESEMPURNA MEREKA??? Beneran saya mau mati setiap liat gambar mereka.
Terutama seseorang bernama…
Taemin. Lee Taemin.
Saya suka Taemin soalnya dia imut, terus masih muda lagi. Bayangin, dia cuman beda satu tahun sama saya!
Tapi terkadang..saya berpikir…
Mungkin saya memang mencintai Taemin.
Setiap malam, saya selalu bermimpi dan berharap untuk bertemu dengan seseorang.
Seseorang bernama Lee Taemin yang sekarang diriku saja tidak tahu dia sedang apa.
Setiap saya sedih, sedih saya langsung hilang hanya karena melihat senyumnya.
Hatiku langsung terasa sejuk hanya karena mendengar suaranya.
Bagiku, Taemin adalah kuas yang memberikan warna indah terhadap kanvas tubuhku.
Saat dia tersenyum, dia memberikan warna merah pada wajahku.
Saat dia sedih, dia memberikan warna hitam kelabu di dalam hatiku.
Saat dia menyanyi, dia memberikan rasa sejuk bagaikan warna orange pada jeruk.
Tapi rasa itu terkadang lenyap seketika ketika saya menyadari..
Bahwa walaupun saya tahu begitu banyak tentang dirinya..
Dia tidak mengetahui secuil pun tentang diri saya.
Ditambah jarak tempat yang begitu jauh
Menambah keraguanku..
Lagipula walaupun saya bertemu dengannya..
Akankah langsung tumbuh perasaan cinta yang tidak biasa?
Akankah dia menyadari keberadaan saya?
Apakah dia akan menganggap saya sama seperti penggemarnya yang lain?
Memikirkan itu semua, terkadang membuat saya sedih.
Terkadang saya bingung, saya harus bagaimana.
Apa saya musti menghapus semua perasaan ini?
“TARI!!TARII!!” Ah, kudengar sayup-sayup suara Ibu memanggilku dari bawah. Dengan menarik nafas panjang, aku bergegas menuruni tangga untuk bertemu dengan ibuku.
“Ya? Ada apa bu?”
“KAMU MENANG BEASISWA KE KOREA LOH NAK! SELAMAT!”
Jadi inilah nasibku sekarang. YUP. Aku ada di Korea. Korea. KOREA.
Sampai sekarang, aku sama sekali tidak percaya. Aku bisa belajar ke Korea!
DAN KESEMPATAN SAYA BERTEMU TAEMIN AKAN SEMAKIN BESAR!
Tapi setelah kupikir-pikir…bagaimana reaksi Taemin saat bertemu denganku ya?
Hm….daripada memikirkan itu lebih baik aku pergi ke tempat kos baruku….
Dimana ya kamarku? Kamar..hm…107?
Ketika aku sedang membawa koper dan barang-barangku yang cukup banyak, tak sengaja ada seseorang yang menabrakku dari depan hingga aku terjatuh. Aku agak kesal dengan orang itu dan mungkin saja aku langsung memarahi nya langsung di tempat apabila aku tak tahu kalau dia adalah..LEE TAEMIN.
(Berikutnya dalam bahasa Korea, kan Taree ceritanya belajar ke Korea)
“Mianhae, kamu tidak apa-apa kan?” Taemin meminta maaf padaku dan menawarkan tangannya untuk membantuku berdiri. Aku masih kaget dan tidak dapat berkata-kata. Lebih memalukan lagi ekspresi wajahku yang sekarang. Berwarna merah dan mulutku menganga saking bahagianya.
“Hei..?Haloo??” Taemin menggoyangkan tangannya untuk menyadarkanku. Melihat aku masih mempunyai ekspresi yang sama, dia mulai tertawa kecil.
“Ah…Ah..APA??Ya, aku tak apa-apa,” kataku dengan wajah memerah, tapi dia tetap membantuku untuk berdiri sambil mempunyai ‘amusing expression’ dan mulai tertawa. Aduh, aku malu sekali….
Setelah kulihat-lihat, Taemin jauh lebih ganteng kalo dilihat secara langsung yah. Dan dia jauh lebih tinggi dariku, membuatku merasa kecil.
AGH! AKU SENANG BANGET NIH!
“Ah..terima kasih sudah menolongku..”
Setelah berkata seperti itu, aku mengambil semua barang bawaanku dan bergegas untuk mencari kamar. Tapi semua itu tidak terlaksana ketika ada tangan yang menarikku dengan cukup kuat sehingga aku menghadap wajah Taemin untuk kedua kalinya.
“Boleh aku tahu namamu?”
THE END.
Sori kalo jelek Taree.. T_T but hope u like it. Mau sequel? LOL
halo semua nya :)
akhirnya daku bikin lj juga..
ternyata lj itu asik bgt yah!!
artblog : http://kaze-no-yukai.blogspot.com
disitu ada berbagai link :D
oke sekarang saatnya daku bercerita :D
jadi ceritanya, saat ini telah terbentuk organisasi TGASER.
nah loh, apaan tuh?
TGASER itu singkatan dari The Gejerz + Anehers 532
anggotanya sebagian besar dari SMAN 2 Bandung~~
sekolahku tercinta ~~
gila, keren bgt yah?
dan dengan nistanya, saia mencalonkan diri jadi ketua (rofl)
berikut ini proklamasi TGASER :
PROKLAMASI THE GEJERZ + ANEHERS SER
Geje again (yang nulis),
Sekretaris TGASER
(Salamander)
Geje abis khan (rofl) ga penting bgt (lmao)
(lol)(lol)(lol)(lol)(lol)(lol)(lol)(lol)
nah, mau kenal kita lebih lanjut??
oke sip
nih foto2 yang anehhh (?)
kiri atas : SANG KETUA ANDITA NURSEPTIANI LUKMAN
kanan atas : SEKRETARIS SALMANDA AISYA KUATRINA
kiri bawah : ANGGOTA KEHORMATAN ANDYANINGRUM
kanan bawah : WAKIL KETUA ARINA LISTYARINI DWIASTUTI
gilaaa kita tuh keren bgt yah??
- Location:lovely bedroom <3
- Mood:
hwahahaa - Music:When The First Love Ends _Hatsune Miku_